RAMADHAN KARIM PERAJUT TALI PERSAUDARAAN
Oleh: Cecen Ahmad Khusaeri
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ الصَّوْمَ رَمَضَانَ رُكْنًا مِنْ اَرْكَانِ الْإِ سْلَامِ ،
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُتَفَرِّدُ بِالْبَقَاءِ وَالدَّوَامِ , وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَشْرَفُ مُرْسَلٍ وَاَكْمَلُ اِمَامٍ
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمَخْتُوْم بِخَاتِمِ النُّبُوَّةِ ، وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْبَرَرَةِ الْكِرَامِ .
أَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ .
فَقَدْ قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى: أَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ , بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ .
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ .
Ma’asyiral muslimīn Rahimakumullah !
Alhamdulillah, nikmat yang luar biasa saat ini kita kembali dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan. Bulan yang di dalamnya mempunyai berjuta keutamaan bagi kaum Muslimin. Oleh karena itu, tidak heran apabila pada bulan ini intensitas ibadah umat Islam semakin meningkat, dengan meningkatkan kwalitas ibadah wajib ataupun ibadah-ibadah sunnah.
Marilah bulan yang penuh berkah ini, jadikan bulan tarbiyah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan ke hadlirat Allah Azza aa Jalla. Juga untuk merajut tali kasih sayang bukan saja terhadap umat seagama, melainkan terhadap semua makhluk yang ada di sekeliling kita, agar mereka ikut merasakan kenikmatan bersama para pelaku ibadah shaum ini.
Hadirin Rahimakumullah !
Marilah kita simak nasihat yang disampaikan baginda Rasulullah SAW di akhir bulan Syaban memasuki bulan suci Ramadhan, Beliau SAW berkhutbah:
“Wahai umat manusia ! kalian telah dinaungi bulan agung, bulan yang diberkahi, bulan yang di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari pada seribu bulan. Di bulan mulia ini Allah wajibkan puasa Ramadhan, dan di sunahkan sholat tarawih (qiyamullail). Barang siapa mendekatkan diri kepada Allah dengan ibadah sunnah maka pahalanya seperti melakukan ibadah wajib pada bulan yang lain. Dan barang siapa melakukan satu ibadah wajib maka pahalanya seperti melakukan 70 ibadah wajib pada bulan yang lain. Ramadhan adalah bulan kesabaran, dan kesabaran itu pahalanya adalah surga Allah SWT”.
Kemudian beliau SAW melanjutkan:
وَشَهْرُ الْمُوَاسَاةِ وَ شَهْرٌ يَزْدَادُ فِـيْهِ رِزْقُ الْمُؤْمِنِ، مَنْ فَطَّرَ فِـيْهِ صَائِماً كَانَ مَغْفِرَةً لِذُنُوْبِهِ وَعِتْقَ رَقَبَتِهِ مِنَ النَّارِ وَ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْتَقُصَ مِنْ أَجْرِهِ شَيْءٌ
“.....Ramadhan adalah bulan untuk tolong-menolong serta bulan ditambahnya rizki orang orang yang beriman. Maka barang siapa memberi makan buka puasa maka amalnya itu menyebabkan dosa dosanya di ampuni dan menjadi sebab ia dibebaskan dari api neraka, serta ia memperoleh pahala seperti pahalanya orang yang diberi buka tersebut, tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang puasa tersebut !”
قَالُوْا لَيْسَ كُلُّنَا نَجِدُ مَا يُفَطِّرُ الصَّائِمَ،
“Para sahabat bertanya; “Wahai Rasulullah, tidak setiap dari kami mempunyai makanan untuk memberi buka puasa..!”
فَقَالَ : يُعْطِى اللّٰهُ هَذَا الثَّوَابَ مَن فَطَّرَ صَائِماً عَلىَ تَمْرَةٍ أَوْ شُرْبَةِ مَاءٍ أَوْ مذَقَّةِ لَبَنٍ
“ Nabi SAW lalu bersabda : “Allah akan memberi pahala besar itu bagi setiap orang yang memberi buka puasa, meski hanya dengan sebutir kurma atau seteguk air susu...!”
Hadirin yang berbahagia !
Rasulullah secara khusus menyampaikan bahwa bulan Ramadhan adalah syahrul muwasat, yakni bulan berlapang-lapang. Pada bulan yang mulia ini melatih agar kita semua meningkatkan rasa empati terhadap orang-orang yang membutuhkan, serta saling memaafkan terhadap yang punya kesalahan. Oleh karena itu bulan ini harus dijadikan sebagai momentum untuk merajut tali kasih sayang. Bahkan beliau menegaskankan, apabila di bulan Ramadhan ada yang mengajak bertengkar, hendaklah dijawab bahwa saya sedang shaum ) قُلْ اِنِّيْ صَائِمٌ ) .
Dengan kasih sayanglah Rasulullah SAW membentuk karakter umat, sehingga diharapkan menjadi identintitas seorang Muslim. Beliau SAW bersabda:
إِرْحَمُوا مَنْ فِى الْأَرْضِ يَرْحَمُكُمْ مَنْ فِى السَّمَاءِ
“Sayangilah siapa yang di bumi, niscaya Dia yang di langit mengasihimu.”
Oleh karena itu, marilah Ramadhan ini kita jadikan bulan latihan atau syahrut-tarbiyah, agar senantiasa diaplikasikan dalam hidup dan kehidupan selama di alam raya ini. Niscaya menjadi orang-orang yang takwa dengan sebenarnya, sebagaimana tujuan daripada ibadah saum adalah agar menjadi orang bertaqwa, sebagaimana firman Allah SWT:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ .
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Hadirin Rahimakumullah !
Semoga kita semua bisa melaksanakan ibadah shaum sebaik mungkin, dengan senantiasa melaksanakan kewajiban Ramadhan dengan secara maksimal, juga amaliyah sunnah-sunahnya bisa dilaksanakan dengan baik. Tumbuhkan rasa kasih-sayang diantara umat Islam, juga pertontonkan kasih sayang terhadap saudara-saudara yang beda keyakinan, sehingga benar-benar Islam bisa dirasakan bahwa Islam adalah rahmatan lil alamin.
Aamiin Yaa Mujiibas-sailiin !
بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللّٰهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ،, فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ .
KHUTBAH KEDUA:
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَى .
أَشْهَدُ أَنْ لَّا إلهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ،, أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ
وَقَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِى الْقُرْاٰنِ الْكَرِيْمِ : إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا،
اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ ,
اَللّٰهُمَّ انْصُرْنَا فَإِنَّكَ خَيْرُالنَّاصِرِيْنَ , وَافْتَحْلَنَا فَإِنَّكَ خَيْرُالْفَاتِحِيْنَ , وَاغْفِرْلَنَا فَإِنَّكَ خَيْرُالْغَافِرِيْنَ , وَارْحَمْنَا فَإِنَّكَ خَيْرُالرَّاحِمِيْنَ , وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا ِمنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ .
اَللّٰهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخُشُّعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَااَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ .
رَبَّنَا اٰتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللّٰهِ،, اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ . فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ