MEMBUMIKAN PESAN SUNAN GUNUNG DJATI :SEBAGAI UPAYA MENCIPTAKAN JAWA BARAT PROVINSI CINTA DAMAI”
Oleh : H. Saeful Malik, S.Ag, M.Pd.I
اِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلاَمُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ؛ يَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
Hadhirin Jama’ah Shalat Jum’ah Rahimakumullah
Alangkah indahnya jika hati dan lisan kita selalu menyebut Asma Allah, Dzat Yang Maha Pengasih, Dzat Yang Maha Sempurna, sebagai bukti rasa syukur kita atas limpahan karunia dan nikmat-Nya yang begitu banyak yang tak mungkin dapat kita hitung secara terperinci. Kita juga berdoa semoga Allah SWT. senantiasa mencurahkan dan melimpahkan rahmat serta salam-Nya kepada panutan kita, ustadznya sekalian manusia yakni Nabi Muhammad SAW. Juga kepada para keluarganya, sahabatnya dan mudah-mudahan juga sampai kepada kita selaku ummatnya yang senantiasa menjalankan apa-apa yang telah diperintahkanNya dan menjauhi apa yang dilarangNya. Amien.
Khatib berwasiat, mengingatkan kepada diri pribadi dan kepada Jamaah sekalian, untuk bersama-sama terus menerus meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Keimanan, Ketaatan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, dengan terus menerus berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakan apa-apa yang telah diperintahkan-Nya dan menjauhi segenap larangan-Nya.
Hadirin Jama’ah Shalat Jum’ah Rahimakumullah
Pada kesempatan Khutbah Jumat di awal Tahun baru 2024 ini, Khatib ingin mengajak jamaah sekalian untuk menyimak, memahami sekaligus melaksanakan Petatah-petitih atau Petuah dari Sesepuh Cirebon Sunan Gunung Jati yang terkenal dengan Syaikh Syarif Hidayatullah atau Kanjeng Sinuhun, yang pernah disampaikan kepada masyarakat Cirebon agar dalam hidup ini “aja lok gawe kaniaya ing makhluk” (jangan suka menganiaya makhluk) dan masyarakat Cirebon khususnya serta masyarakat Jawa Barat secara umumnya harus “den welas asih ing papada” (kasih sayang kepada sesama makhluk Allah).
Jika kita telaah secara mendalam, sungguh mulia dakwah islamiyah yang dibawakan oleh Sunan Gunung Djati ini. Karena beliau bisa menerjemahkan ajaran Islam dengan membumi sesuai kadar pemahaman masyarakat pada saat itu. Beliau menyampaikan bahwa agama Islam sesuai dengan namanya yang berasal dari akar kata “aslama-yuslimu-islaman” adalah agama yang berarti tunduk, patuh, pasrah, menyerahan jiwa dan raga kepada Allah, serta berarti juga agama yang damai, yang memberikan ajaran yang memberikan keselamatan, dan kesejahteraan. Beliau menyampaikan bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan kepada umatnya agar senantiasa tunduk, patuh, menyerah dan pasrah terhadap ajaran ilahi yang di bawa oleh nabi Muhammad SAW. demi terciptanya perdamaian, keselamatan, dan kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat.
Dari pengertian tersebut bisa dipahami bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan umatNya supaya mengkampanyekan hidup damai kepada seluruh makhluk yang ada di alam jagat raya ini agar memperoleh keselamatan dan kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat.
Hadhirin Jama’ah Shalat Jum’ah Rahimakumullah
Pemahaman ajaran tadi oleh Kanjeng Sunan Gunung Djati disederhanakan dalam petatah-petitih atau petuahnya “aja lok gawe kaniaya ing makhluk” ( jangan suka menganiaya makhluk) dan “den welas asih ing papada” (harus berkasih sayang kepada sesama makhluk Allah) sehingga masyarakat memahami bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan perdamaian dan rahmat bagi seluruh Alam.
Berikut ini ijinkan khatib akan menyampaikan beberapa hadits nabi Muhammad SAW. yang menggambarkan kerahmatan Islam yang kemudian menjadi pijakan petatah-petitih bagi Kanjeng Sinuhun Sunan Gunung Djati, diantaranya adalah :
Pertama; sebagaimana tercantum dalam kitab hadits Riyadhus Shalihin halaman 387, Rasulullah Muhammad SAW. bersabda:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ، أَفْشُوا السَّلَامَ وَصِلُوا الْأَرْحَامَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ، وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ، تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ
”Wahai sekalian manusia : tebarkan perdamaian (salam), berilah makanan kepada kaum lemah, eratkan silaturrahim, dirikan shalat malam, kalian bakal masuk sorga dengan kedamaian (salam).” (HR. At Turmudzi)
Kedua; dalam kitab hadits Al-adabun Nabawy halaman 23, Nabi Muhammad SAW. Bersabda:
مَنْ لَا يَرْحَمْ لَا يُرْحَمْ
”Barangsiapa yang tidak menyayangi, maka tidak akan disayangi” (HR. Muslim)
Hadhirin Jama’ah Shalat Jum’ah Rahimakumullah
Kedua hadits nabi Muhammad SAW. tersebut menggambarkan tentang indahnya syari’at Islam, bahwa ia adalah agama kasih sayang bagi seluruh alam, agama damai, dan agama toleran yang senantiasa menghargai setiap perbedaan yang terjadi di alam ini.
Untuk itu, bagi kelompok tertentu yang menggunakan cara-cara pemaksaan kehendak dalam dakwahnya melalui kekerasan apalagi dengan menghalalkan segala cara, maka tindakannya itu sangat bertentangan dengan nilai-nilai yang diajarkan oleh nabi Muhammad SAW. dan para da’i yang telah mengenalkan Islam di wilayah Cirebon Jawa Barat seperti Syaikh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Djati. Beliau berdua menyajikan Islam kepada umat manusia dengan Islam yang damai, toleran, dan kasih sayang. Bisa dibayangkan apabila mereka berdua berdakwah mengunakan cara-cara radikal atau kekerasan, maka umat tidak akan ada yang simpatik dengan dakwahnya, bahkan mereka lari darinya sebagaimana tercantum dalam surat Ali Imran: 159.
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَمْرِۚ فَاِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ
“Maka, berkat rahmat Allah engkau (Nabi Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Seandainya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka akan menjauh dari sekitarmu. Oleh karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam segala urusan (penting). Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.” (QS. Ali Imron : 159)
Hadhirin Jama’ah Shalat Jum’ah Rahimakumullah
Demikian khutbah singkat ini khatib sampaikan, mohon maaf atas segala kekurangan. Semoga dengan memahami apayang telah disampaikan oleh Kanjeng Sunan Gunung Jati melalui petatah-petitihnya “aja lok gawe kaniaya ing makhluk dan den welas asih ing papada” kita semua dapat mengamalkannya dalam kehidupan di masayarakat Jawa Barat ini, sehingga in Sya Allah dalam wujudnya akan membentuk masyarakat yang senantiasa hidup dalam penuh kecintaan dan kedamaian, rukun, toleran dan tentram sampai sepanjang masa, dan menjadikan Jawa Barat Provinsi yang Damai dibawah naungan Ridha Allah SWT menjadi Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur. Amin ya rabbal’alamin.
باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ والذِّكْرِ الحَكِيْمِ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ
Khutbah kedua
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا} وَقَالَ: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا}.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ