Lembang – KBB (Bimas Katolik)
Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Kantor Wilayah (Kanwil)
Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Penguatan Moderasi Beragama
di Hotel Takashimaya pada 11 s/d 13 Agustus 2023.
Hadir sebagai narasumber sekaligus membuka acara Kepala Biro
Kesra Pemerintah Daearah Provinsi Jawa Barat Barnas Ajidin, M.M., M.M.Pd., Kepala
Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Jawa Barat Drs. H. Mohammad Ali Abdul Latief, M.Ag., Pembimas
Katolik Rosentina Lopes, dan para tamu undangan dari Pegawai, Guru, dan
Penyuluh Agama Katolik se-Jawa Barat.
Ketua Penyelenggara, Lucia Kristianty menyampaikan bahwa
kegiatan Penguatan Moderasi Beragama diikuti olah 125 peserta. Selain dari
Kementerian Agama, hadir pula sebagai narasumber dari Pemprov Jawa Barat dan
para ahli Moderasi Beragama dari Keuskupan Bandung serta Keuskupan Bogor.
“Provinsi Jawa Barat masih dalam zona merah dalam hal
intoleransi. Maka kerukunan intern, antar dan dengan pemerintah perlu terus
diupayakan, karena Indonesia adalah bangsa yang majemuk dari suku, Bahasa,
agama, adat istiadat dan sebagainya,†ucap Kristin.
Adapun tujuan Penguatan Moderasi Beragama adalah untuk
pegelolaan dan pembinaan Pendidikan Agama serta urusan Katolik, dalam rangka
mewujudkan dan memelihara kerukunan intern dan antar unmat beragama.
Sementara itu, Pembimas Katolik, Rosentina mengucapkan
terimakasih sebesar-besarnya kepada Pemprov Jabar yang telah memberikan hibah
kepada Bimas Katolik Kanwil Kemenag Jawa Barat.
“Saya sangat bersyukur, dengan hibah dari Pemprov kita semua
dapat menyelenggarakan kegiatan ini dengan jumlah peserta terbanyak. Tahun ini
juga menjadi Hibah terbesar yang Bimas Katolik dapatkan sepanjang Sejarah, terimakasih
kepada Pak Karo yang sudah memberikan perhatian kepada kami,†ucap Rosentina.
Rosen, sapaan akrabnya, juga mengajak kepada seluruh umat Katolik
untuk selalu menunjukan bahwa kita adalah orang yang moderat, toleran, bersikap
baik dan tidak terbawa arus dengan informasi yang tidak benar.
“Pada kenyataannya, seluruh Umat Katolik dapat beribadah
dengan tenang, kita tidak pernah dilempari batu pada saat ibadah. Itu menunjukan
bahwa hal buruk yang intoleransi hanyalah oknum, sedangkan pada dasarnya
penduduk Jawa Barat sangat toleran,†ungkapnya.
Bimas Katolik konsisten melakukan sosialiasi mengenai
moderasi beragama, sehingga kehidupan beragama di provinsi Jawa Barat semakin
baik. Ia berharap keluarga besar Bimas Katolik se-Jawa Barat dapat menjadi duta
toleransi di wilayah tugas kepada agama maupun suku apapun.
“Jawa Barat harus semakin semakin harmonis dan toleran,â€Â
harapnya.
Kontributor : Shinta