Pencarian

>

LPPD Gelar Pesparawi Jabar dari Masa ke Masa

Pelajar Pejuang - Kota Bandung (HUMAS Pembimas Kristen)

Kegiatan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi)  merupakan perwujudan internalisasi dari nilai-nilai sekaligus salah atu upaya peningkatan kualitas keagamaan umat Kristen. Diharapkan pula menjadi momen bersama dengan penganut agama lainnya untuk membina kerukunan umat di Jawa Barat.

Hal itu dikemukakan Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Jabar Drs. H. Muhammad Ali Abdul Latief, M. Ag., saat memberi sambutan pada “Pagelaran Pesparawi Provinsi  Jawa  Barat dari Masa  ke Masa”, yang berlangsung di  Hotel Grand Asrilia Jl. Pelajar Pejuang  Kota Bandung, Jumat (1/12/2023).

Acara tersebut merupakan program kerja Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Jawa Barat. Hadir pada kesempatan Analis Kebijakan Ahli Muda Pemprov Jabar H. Mamat Rahmat,  Ketua Umum LPPD Jawa Barat Surya Minda Sirait, Ketua Panitia Risnadi H. Sitorus dan Sekretaris Pdt. Setiawan Hartanto, Pembina Nico Siahaan dan Pembimas Kristen Harapan Nainggolan.

Menurut Ali Abdul Latief, Kanwil Kemenag Jabar  sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Juga berterima kasih kepada Pemprov Jabar yang sudah memberikan bantuan untuk acara Pesparawi Jabar. Diharapkan,  melalui pagelaran Pesparawi semakin membuka dan menambah tali persaudaraan, rasa kebersamaan dan ungkapan kesetiaan terhadap Tuhan Yang Esa, sebagai cerminan keterikatan  bangsa dan kesatuan umat.

Karena kesejukan dan kesatuan umat serta kerukunan baik internal maupun eksternal umat beragama sangat mahal. Karena itu sudah sepantasnya semua pihak menjaganya, antara lain dengan  melaksanakan nilai-nilai keagamaan pada kehidupan umat beragama.

“Saya yakin Jabar sebagai provinsi paling besar jumlah penduduknya, kurang lebih 51 juta orang, memiliki potensi sangat besar untuk melaksanakan kegiatan kerukunan umat beragama di Indonesia. Ini bisa menjdi contoh bagi yang lainnya,” ungkapnya.

Ali Abdul Latief  mengajak untuk menggali nilai-nilai budaya lokal Jawa Barat ini, sebagai salah satu dari  indikator kehidupan moderasi beragama. Seperti diketahui, Kementerian Agama sudah menggriskan adanya empat indikator dalam moderasi beragama yakni kebangsaan,  toleransi, anti kekerasan dan  akomodatif terhadap budaya lokal.


Program tahunan

Sementara itu  Ketua Panitia Pagelaran “Pagelaran Pesparawi Provinsi  Jawa  Barat dari Masa  ke Masa”Risnadi H. Sitorus  mengatakan, acara tersebut merupakan agenda yang telah ditetapkan dalam program tahunan  LPPD  Jawa Barat 2023.

“Kita Berharap kegiatan ini dapat meningkatkan gairah bermusik dan  setiap talenta yang ada di gereja -geraja di Jawa Barat semakin kuat dalam budaya  keagamaan dan budaya gerejawinya. Dengan demikian sehingga dapat berkontribusi dalam meningkatkan ketahanan nasional,” kata Risnadi H. Sitorus.

Kontributor: Eva Nurwidiawati

Editor: Tri Budiono