Pencarian

>

KUA Kec Cibiru Sukses Gelar Gerak Penghulu Sejuta Catin Cegah Stunting Tahun 2024

Cibiru – Kota Bandung (Humas KUA Kecamatan Cibiru)

Kantor Urusan Agama Kecamatan Cibiru berhasil melaksanakan program Bimbingan Perkawinan dengan tema "Gerak Penghulu Sejuta Catin Cegah Stunting" tahun 2024 bertempat di Kantor Urusan Agama (KUA) Kec. Cibiru Kota Bandung, Senin (29/07/2024). Acara dihadiri Kepala KUA Kec. Cibiru H. Karmawan, Penyuluh Agama Islam Kota Bandung Faizah, dan puluhan calon pengantin. 

Kegiatan ini diselenggarakan serentak se-Indonesia pada KUA kecamatan masing-masing. Dalam sambutannya, H. Karmawan menyampaikan bahwa keluarga menjadi pondasi yang paling utama dalam pembangunan sumber daya manusia sesuai cita-cita luhur bangsa. Keluarga yang kokoh dan tangguh menjadi kebutuhan mendasar sebuah negara sukses dan makmur. Keluarga yang kokoh dan tangguh yang dimaksudkan yakni terciptanya keluarga yang Sakinah mawaddah wa Rahmah. 

“Keluarga yang Sakinah Mawaddah wa Rahmah yaitu keluarga yang mampu menjaga kedamaian, ketenteraman dalam keluarga, memupuk rasa cinta dan kasih sayang, saling membahagiakan lahir dan batin masing-masing pasangan sehingga kasih sayang (Rahmah) nya Allah SWT pun berlimpah," ujar H. Karmawan. 

H. Karmawan juga menyampaikan kalau dalam sebuah rumah tangga sekali waktu pasti terjadi konflik, sehingga wajib bagi para pasangan suami istri untuk mencari ilmu tentang keluarga, apa itu pernikahan, bagaimana mendidik anak, mengelola keuangan, serta manjemen konflik. 

Dalam kesempatan yang sama, Penyuluh Agama Islam Kota Bandung Faizah, menyampaikan terkait pencegahan stunting.

Stunting merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan kurangnya tinggi badan anak apabila dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Asupan makanan yang bergizi menjadi salah satu tolok ukur terjadinya stunting, sehingga pasangan suami istri harus bisa menjaga kesehatan diri, asupan makanan 4 sehat 5 sempurna,” ungkapnya. 

“Beberapa ciri anak terkena stunting di antaranya perawakan tubuhnya yang pendek, tumbuh kembangnya lambat, berat badan tidak naik bahkan cenderung menurun, kemampuan fokus dan memori belajarnya tidak baik, fase pertumbuhan gigi pada anak melambat, serta anak lebih mudah terserang penyakit,” tambahnya.

Kontributor: Iis