Sunyaragi (HUMAS Kota Cirebon)
Dalam upaya memperkuat integritas dan meningkatkan kualitas pelayanan publik, Tim Biro Ortala Kementerian Agama Republik Indonesia melakukan pendampingan Penilaian Mandiri Pembangunan Zona Integritas (PMPZI) di lingkungan Kementerian Agama Kota Cirebon.
Penilaian ini merupakan instrumen penting untuk mengukur kemajuan pelaksanaan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang dilakukan secara mandiri oleh unit-unit kerja di lingkungan kementerian tersebut.
Ketua Tim Biro Ortala, Tika Damayanti, menegaskan pentingnya komitmen bersama antara pimpinan dan seluruh pegawai dalam pembangunan Zona Integritas. “Dalam pembangunan Zona Integritas, hal-hal yang perlu dilakukan dan menjadi perhatian adalah membangun komitmen antara pimpinan dan pegawai, memperhatikan dan melengkapi unsur-unsur pembangunan Zona Integritas seperti dijelaskan pada unsur pengungkit, serta melaksanakan survei mandiri terkait pelayanan publik dan persepsi anti korupsi pada unit kerja yang diusulkan,” ujarnya pada Kamis (30/05/2024) di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon.
Selain itu, Tika Damayanti juga menekankan pentingnya inovasi dalam pelayanan publik dan pencegahan korupsi. “Kita perlu membuat berbagai inovasi dalam upaya perbaikan pelayanan publik dan pencegahan korupsi, melaksanakan program atau kegiatan yang bersinggungan langsung dengan masyarakat atau stakeholder, membuat strategi komunikasi atau manajemen media untuk menginformasikan semua perubahan yang dilakukan oleh unit kerja ke masyarakat, serta melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala atas kemajuan yang dilakukan oleh unit kerja yang diusulkan,” tambahnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon menyatakan komitmennya yang kuat dalam menindaklanjuti pembangunan Zona Integritas ini. “Kami tidak akan menyerah dengan segala keterbatasan yang ada. Kami akan terus berupaya menjadikan Kementerian Agama Kota Cirebon sebagai lembaga yang bebas dari korupsi dan birokrasi yang bersih serta melayani,” tegasnya. Dengan tagline "Kudu Bisa", Kementerian Agama Kota Cirebon bertekad untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan membangun kepercayaan publik melalui integritas dan profesionalisme.
Pendampingan yang dilakukan oleh Tim Biro Ortala ini diharapkan dapat memperkuat komitmen dan koordinasi di antara seluruh pegawai Kementerian Agama Kota Cirebon, serta mendorong terwujudnya lingkungan kerja yang berintegritas dan berkualitas. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya nasional dalam menciptakan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Kontributor : Riani Kusuma Wardani
Editor : Tri Budiono